Wasiat Seorang Bapak Kepada Anaknya

15 Feb

                                                        بِسْــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
                                                     Assalam Muallaikum Wr Wb



Suatu hari menjelang wafat, ada seorang alim [abah] yang berwasiat kepada anak [gus] semata wayangnya, ”Nak..makanlah yang enak dan tidurlah yang enak”. Setelah ‘abah’nya wafat ‘gus’ mencoba mengamalkan wasiat tersebut, tapi apa yang terjadi?? ‘gus’ itu justru menjadi pemalas dan bodoh, kegiatannya hanya makan dan tidur, hingga akhirnya santri yang semula berjumlah ribuan menyusut menjadi puluhan. Apakah Abah’ memang ingin membodohkan ‘gus’ atau malah ‘gus’ yang salah dalam memahami wasiat ‘abah’nya? Apa sebenarnya hikmah yang terkandung di dalam wasiat itu??
 
Akhirnya ‘gus’ itu bingung dan bersedih, “kenapa justru dengan menjalankan wasiat ‘abah’ diriku menjadi Pemalas dan bodoh seperti ini..?!!!” Dengan memeras otak akhirnya sampailah ‘gus’ itu pada satu kesimpulan, “aku harus bertanya kepada syeikh fulan, beliau adalah sahabat karib ayahku, aku yakin beliau Pastì tahu makna yang sebenarnya dari wasiat ‘abah’.
Berangkatlah si ‘gus’ menemui syeikh fulan untuk menanyakan perihal wasiat ‘abah’nya. Sesampainya di
Rumah si syeikh, gus itu mengungkapkan segala kejanggalan dan kemusykilan yang ia alami akibat dari melaksanakan wasiat abahnya. Bertanyalah si syeikh kepada si gus,

Syeikh: “Ada apa gus, kok tumben berkunjung kesini? 
Wah pasti kamu sudah menjadi alim seperti abahmu”
Gus: “Syeikh, saya tidak seperti apa yang syeikh kira, saya bukan menjadi 

pintar dan alim seperti abah, tapi Justru malah semakin malas dan bodoh. Dan 
justru itu, saya dapatkan karena saya menjalankan wasiat abah”

Syeikh: “Kenapa bisa begitu gus? Memangnya abahmu berwasiat apa kepadamu gus?”
Gus: “Saya sendiri juga bingung syeikh. Abah cuma berwasiat kepadaku,
 ‘makan dan tidurlah yang enak’ “
Syeikh: “Terus apa gus sudah menjalankan wasiat abah?”

Gus: “Sudah syeikh”
Syeikh: “Apa yang gus pahami tentang makna wasiat itu?”
Gus: “Saya menjalankan sesuai wasiat abah, keseharian saya 
cuma saya isi dengan makan makanan yang enak dan tidur syeikh, tapi kenapa jadi begini?”

Syeikh cuma bisa tersenyum ramah kepada gus sambil berkata,
Syeikh: “Gus, kapankah makan itu terasa nikmat, meskipun yang kita makan 
cuma berlaukkan sambel sama tempe dan krupuk?”
Gus: “Saat kita merasa lapar syeikh”
Syeikh: “Apa selama ini yang gus lakukan? Makan makanan yang enak-enak ataukah merasakan makanan itu terasa nikmat dan enak dengan tidak makan sebelum lapar?”
Gus: “Saya selalu makan makanan yang enak-enak syeikh, tapi meskipun yang saya makan adalah makanan yang enak-enak menurut tabiat manusia, tapi tetap saja saya merasakan makanan itu kurang enak dan saat menyantapnya pun tidak begitu terasa nikmat”

Syeikh: “Berarti kamu salah di dalam memahami wasiat abahmu gus. Abahmu ingin mengajarkan 
kamu hidup seperti Rasulullah, “makanlah setelah kamu lapar dan berhentilah sebelum kamu 
kenyang”. Caranya dengan berpuasa gus. Kira-kira menurut kamu mana yang akan terasa enak 
dan nikmat, kamu setiap waktu makan makanan yg enak-enak, pagi siang sore dan malam selalu
makan makanan yang enak ataukah saat pagi siang dan sore kamu berpuasa menahan lapar dan 
haus, kemudian di saat maghrib kamu berbuka dengan cuma berlaukkan sambel sama krupuk? 
Mana yang lebih terasa enak dan nikmat gus?”

Gus: “Tentunya dengan berpuasa, maka saat berbuka akan terasa enak dan nikmat syeikh”
 Syeikh: “Itulah makna sebenarnya dari wasiat abahmu gus, ‘makanlah yg enak’ “
 Gus: “Jadi rupanya kesalahan terletak pada diri saya yang kurang mendalami apa maksud dari wasiat abah”
 Gus: “Lalu apa maksud dari wasiat abah, ‘tidurlah yang enak’ syeikh?”
 Syeikh: “Maksudnya tidak jauh berbeda dengan maksud wasiat yang pertama gus”
 Syeikh: “Kapankah tidur itu terasa enak dan nikmat gus?”
 Gus: “Tentunya saat mata ini terasa ngantuk sekali syeikh”

Syeikh: “Kapankah mata terasa ngantuk gus?”
 Gus: “Tentunya dengan qiyamullail syeikh, dengan muthola’ah dan mentelaah kembali pelajaran-pelajaran dan ilmu-ilmu yang telah saya pelajari dan yang terdapat di dalam kitab-kitab fiqh dan lainnya syeikh”
 Syeikh: “Tepat sekali gus, wasiat abahmu yang kedua pengen mengajarkan kamu untuk menghidupkan malam-malam dengan qiyamullail, dengan belajar dan sholat malam, sebagaimana firman Allah, ‘Ya ayyuhal muddattsir, qum fa andzir, warobbaka fa kabbir..’ “
 Syeikh: “Juga sebagaimana firman Allah, ‘Ya ayyuhal muzzammil, qumillaila illa qolila, nisfahu awinqus minhu qolila, au zid alaihi warottilil qur’ana tartila..’, ‘Fa tahajjad bihi nafilatallaka asa anyab’atsaka robbuka maqomammahmuda’. Abahmu ingin supaya kamu menghidupkan malam- malammu gus, tentunya dengan belajar dan sholat malam”

Gus: “Subhanallah, jadi begitukah makna sebenarnya dari wasiat abah?”
 Syeikh: “Iya gus, mulai sekarang laksanakanlah wasiat abahmu itu gus”
 Gus: “Jazakumullah ahsanal jaza’ syeikh. Saya akan menghidupkan kembali malam- malamku. Kalau begitu saya mohon pamit syeikh. Mohon pangestu syeikh”
 Syeikh: “Doa dan pangestuku bersamamu gus. Gus, ingat dan pahamilah setiap nasehat dan hikmah dengan benar, mungkin di dalam nasehat yang kelihatannya sepele, terdapat makna yang mendalam sebagaimana wasiat abahmu itu gus”
 Gus: “Terimakasih syeikh, saya akan selalu mengingat-ingat nasehat yang syeikh berikan kepada saya. Saya pamit dulu syeikh”
 Syeikh: “Silakan gus”
 Gus: “Silakan kalau ada waktu luang, mampir ke gubug saya syeikh”
 Syeikh: “InsyAllah gus”
 Gus: “Assalamu’alaikum..”
 Syeikh: “Wa’alaikumussalam.

                      Wassalam Muallaikum Wr Wb Terima Kasih Atas Kunjungan anda.


word description :
Demikian lah Ulasan yang Saya Tulis kan Kurang dan Lebih nya Mohon Ma’af,
Terima Kasih Atas Kesedia’an nya Waktu Anda Membaca Artikel Saya ini.
Kalau Artikel ini Dirasa Bermanfa’at dan Berguna Buat Anda,..?
Silakan Anda Mempublikasi Ulang Copy And Modified Dengan Narasi Sendiri.

Silakan Berkomentar yang berhubungan dengan artikel, atau berupa kritik
Dan Saran yang berhubungan dengan Blog ini.Komentar Sara,Spam, Berbau
Pornografi Atau Link yang Dilarang atau Anonim tidak diizinkan.Setiap komentar,
Yang masuk Akan Saya Approve kecuali komentar yang menyalahi Aturan.
Saya akan coba, Merespon Komentar baru secepatnya. Harap Komentar
Dengan Bahasa IndonesiaYang Baku Tanpa Singkatan.

                                                          Copyright :  Karrysta™


                                                         Join Together :   Widuri®


                                                             Scriptwriter New
                                                                      Signed :

Read more |>>>>



Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: